An Old Lady’s Poem

Hari ini di tempat kerja ketika saya sedang mengisi ‘care plan review‘ seperti biasanya, tiba-tiba tenggorokan saya tercekat saat membaca sebuah puisi yang baru dipajang di dinding ruang staf perawat. Sebuah puisi yang melukiskan gambaran sedih di hari-hari terakhir seorang wanita tua di panti jompo 😦 😢

Puisi ini ditemukan pada tahun 1966 di salah satu Care Home (panti jompo) di Dundee, Skotlandia. Sejak saat itu puisi tersebut dipublikasikan dan menjadi salah satu antologi puisi karya literatur Sastra Inggris (Edexcel IGCSE English Literature).

When an old lady (Wanda B. Goines) died in the geriatric ward of a small care home near Dundee, Scotland, it was wrongly assumed that she had nothing left of any value. This woman wrote a beautiful reflection poem to express her thoughts and lessons she has learned in her 92 years.

But later, when the nurses were going through her meagre possessions, they found this poem.
Its quality and content so impressed the staff that copies were made and distributed to every nurse in the hospital and care homes.

Itulah mengapa pemerintah Inggris dan lembaga di bidang Social Care menetapkan standar khusus bagi profesi perawat (Carer), dalam rangka untuk menyoroti pentingnya menjaga martabat kehidupan pasien usia lanjut.

Masih nyambung dengan tulisan saya di blog yang berjudul ‘Caring for and Working with Elderly People‘, tentang alasan saya memilih profesi ini, lebih kepada pengabdian sebenarnya. Kalo ada yang bilang..”ah, sok idealis lu!”. OK deh, idealis nya udah ya.. 😉 Nah, memperoleh bonus Poundsterling £ (GBP) adalah sisi realistis nya :p 😀

Puisi nya sebagai berikut :
(Remember this poem when you next meet an old person who you might brush aside without looking at the young soul within. We will one day be there, too!)

**********

An Old Lady’s Poem (CRABBIT OLD WOMAN)

What do you see, Nurses, what do you see?
What are you thinking when you’re looking at me?
A crabby old woman, not very wise,
Uncertain of habit, with faraway eyes?
Who dribbles her food and makes no reply
When you say in a loud voice, “I do wish you’d try!”
Who seems not to notice the things that you do,
And forever is losing a stocking or shoe…..
Who, resisting or not, lets you do as you will,
With bathing and feeding, the long day to fill….
Is that what you’re thinking? Is that what you see?
Then open your eyes, Nurse; you’re not looking at me.
I’ll tell you who I am as I sit here so still,
As I do at your bidding, as I eat at your will.
I’m a small child of ten …with a father and mother,
Brothers and sisters, who love one another.
A young girl of sixteen, with wings on her feet,
Dreaming that soon now a lover she’ll meet.
A bride soon at twenty — my heart gives a leap,
Remembering the vows that I promised to keep.
At twenty-five now, I have young of my own,
Who need me to guide and a secure happy home.
A woman of thirty, my young now grown fast,
Bound to each other with ties that should last.
At forty, my young sons have grown and are gone,
But my man’s beside me to see I don’t mourn.
At fifty once more, babies play round my knee,
Again we know children, my loved one and me.
Dark days are upon me, my husband is dead;
I look at the future, I shudder with dread.
For my young are all rearing young of their own,
And I think of the years and the love that I’ve known.
I’m now an old woman…and nature is cruel;
‘Tis jest to make old age look like a fool.
The body, it crumbles, grace and vigor depart,
There is now a stone where I once had a heart.
But inside this old carcass a young girl still dwells,
And now and again my battered heart swells.
I remember the joys, I remember the pain,
And I’m loving and living life over again.
I think of the years ….all too few, gone too fast,
And accept the stark fact that nothing can last.
So open your eyes, Nurses, open and see,
…Not a crabby old woman; look closer …see ME !!

**********

Keterangan :
Crabbit‘ adalah salah satu kosa kata bahasa Inggris Skotlandia atau dialek Scottish, yang artinya : pemarah atau rewel.

This entry was posted on Juni 13, 2016. 1 Komentar

Berkemah Sambil Menikmati Indahnya Pedesaan di Inggris

“Now I see the secret of making the best person : it is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth” – Walt Whitman

Whatever form it takes, camping is earthy, soul enriching and character building, and there can be few such satisfying moments as having your tent pitched and the smoke rising from your campfire as the golden sun sets on the horizon, even if it’s just for a fleeting moment before the rain spoils everything” ― Pippa Middleton

Bagi kami sekeluarga, berkegiatan bersama di alam bebas merupakan kemewahan tersendiri. Salah satunya melalui kegiatan camping yang sementara waktu dapat menjauhkan kami dari rutinitas harian, untuk bersatu dengan alam melalui kegiatan-kegiatan outdoor alam bebas yang akan kami lakukan bertiga sebagai keluarga, seperti : menjelajah desa, berinteraksi dengan penduduk lokal, naik-turun berlarian di bukit, melihat kastil-kastil tua, bermain air dan menyusuri sungai dangkal nan jernih, merayap di dalam gua (cave), mengunjungi museum desa, mengumpulkan jenis tanaman baru untuk dipelajari, mengamati dan bermain dengan hewan-hewan di peternakan, dll. Kegiatan camping ini akan kami jadikan agenda rutin tahunan 🙂

Video kami berikut ini menggambarkan suasana perkemahan dan pedesaan cantik di salah satu taman nasional di Inggris, Yorkshire Dales National Park pada liburan musim panas (Summer) tahun 2014 lalu 🙂

My Angklung Performances with Indonesian Society in Sheffield, UK

Indosoc (Indonesian Society Sheffield) adalah komunitas yang terdiri dari pelajar dan warga negara Indonesia yang bermukim di kota Sheffield, Inggris.

Salah satu kegiatan komunitas adalah memperkenalkan salah satu instrumen musik tradisional khas Indonesia yang berasal dari daerah Sunda Jawa Barat, yaitu Angklung ke dunia internasional. Bisa berkontribusi sebagai ‘Duta Budaya’ Indonesia di negeri orang seperti inilah yang kelak bikin kangen ketika sudah kembali ke tanah air. Kami bangga menjadi orang Indonesia 🙂

Apresiasi setinggi-tingginya untuk Ibu Dita Sardjono atas kesabarannya membimbing para pelajar/mahasiswa dan warga negara Indonesia di perantauan ini dalam berlatih Angklung 🙂

Berikut kumpulan video penampilan Angklung Indosoc sejak saya menginjakkan kaki di negeri nya Ratu Elizabeth sampai dengan hari ini :

  1. Indonesian Cultural Festival (ICF), the University of Manchester (29th April 2016)

Video nya bisa dilihat di sini 🙂

ICF

 

2. International Cultural Evening (ICE), Sheffield City Hall (4th March 2016)

 

3. Indonesian Cultural Festival (ICF), the University of Manchester (18th April 2015)

 

4. Gala Cultural Night (GCN), the University of Oxford (25th October 2014)

Artikel mengenai acara ini juga dimuat di official website Atase Pendidikan KBRI London untuk United Kingdom, media online Antara News dan website Indonesian Society in Sheffield

 

5. Batik Goes to Sheffield (BGS), Sheffield Hallam University (2nd October 2014)

Artikel mengenai acara ini bisa dibaca di sini  🙂

 

5. Societies Takeover, the University of Sheffield (6th March 2014)

Tentang Pedagogik dan Disiplin Positif

‘Pedagogy must be oriented not to the yesterday, but to the tomorrow of the child’s development. Only then can it call to life in the process of education those processes of development which now lie in the zone of proximal development’ – Lev S. Vygotsky’s Theory of Learning

Karena itu dibutuhkan keahlian PEDAGOGIK, yaitu ilmu dan seni mendidik anak yang merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran.
Pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Paedos (anak) dan Agogos (mengantar, membimbing, memimpin).

Berdasarkan pengalaman kami, kebetulan Nendra bersekolah Katolik di Inggris (UK) sini yang disiplin nya bagus banget, dan itu kebawa sampe kehidupan di dalam dan luar rumah yang dia sendiri enjoy melakukannya. Salut sama sistem pendidikan (ala metode Ki Hajar Dewantara) yang diterapkan oleh pihak sekolah, yang bisa tegas mendisiplinkan siswa tanpa kekerasan fisik maupun verbal. Sepertinya para guru sudah dibekali keahlian Pedagogik tadi.

Mengajarkan anak-anak tentang disiplin positif bisa melalui beberapa cara, penjelasan lengkapnya bisa dibaca di sini.

Tidak hanya tiap semester atau akhir tahun ajaran, assessment bahkan dilakukan setiap bulan (Educational Assessment : the process of documenting knowledge, skills, attitudes, and beliefs) untuk membahas perkembangan siswa.

Pihak sekolah juga akan mewawancarai para Orangtua siswa tentang treatment yang diterima oleh anak dari keluarga/Ortu di rumah supaya ada kesesuaian strategi pengasuhan dan gaya belajar antara sekolah dan orangtua. Tujuannya supaya si anak tidak bingung tentang penerapan disiplin yang berbeda, kenapa di rumah boleh dan di sekolah tidak, atau sebaliknya. Seminggu sekali juga diadakan Parent Forum Meeting, semacam pertemuan POMG (Persatuan Orangtua Murid dan Guru) gitu 🙂

Nendra & Friends

Nendra bersama Guru-guru dan teman-teman sekelas nya🙂

 

Sekolah Nendra

Nendra nampang di depan sekolahnya

Tentang perlindungan, Nendra kejedot kepalanya akibat ulahnya sendiri pas jumpalitan main di jam istirahat pun pihak sekolah sampai pernah menelepon kami atau langsung bikin surat penyataan dan pengantar ke GP (dokter di klinik) yang disodorin ke saya waktu jemput anak dari sekolah, padahal tuh kepala lecet/benjol juga kagak 😀 Emak nya tergopoh-gopoh panik, Nendra nya malah cengar-cengir lucu *hadeuuuh..gemeeesh!*..hahaha.. 😀 😀

 

Medical Note

Contoh surat pemberitahuan dari sekolah beserta tindakan pertama yang mereka lakukan

 

Caring for and Working with Elderly People

‘The wisdom and experience of older people is a resource of inestimable worth. Recognising and treasuring the contribution of older people is essential to the long-term flourishing of any society’ – Daisaku Ikeda

Berawal dari menonton film ‘The Notebook’ , salah satu film drama romantis terbaik sepanjang masa yang sukses bikin saya baper termehek-mehek *lebay* :p 😀 . Film yang berkisah tentang kehidupan sepasang manusia di Panti Jompo yang saling berjuang membangkitkan memori perjalanan hidup mereka di masa muda. Silahkan baca juga salah satu puisi yang terkenal di dunia di tulisan saya berjudul ‘An Old Lady’s Poem

Entah kenapa perasaan saya mulai tergelitik keinginan untuk bekerja merawat kaum jompo, padahal karakter saya cenderung gak sabaran orangnya *ngaku* 👆 :p . Saya juga tertarik mendengar pengalaman Mama saya yang bekerja untuk orang jompo ketika mendampingi Papa yang tengah menempuh studi lanjut Doktoral (S3) di Amerika Serikat pada waktu saya masih duduk di bangku SMP/SMA.

Tapi karena pada dasarnya saya suka menantang diri sendiri untuk menjadi lebih baik, melatih kesabaran (ini penting!) dan menambah pengalaman dengan belajar hal-hal baru, akhirnya keinginan kuat mengalahkan keraguan.

Sempat pesimis juga sih peluang memperoleh pekerjaan di bidang Social Care (yang berhubungan dengan orang-orang tua dan anak-anak), karena pemerintah Inggris mensyaratkan standar tinggi, kualifikasi khusus, pengalaman bekerja di bidang yang sama dan wajib memiliki CRB/DBS Check untuk seluruh Care Worker.

Pada saat itu semua syarat tidak saya miliki. Lha gimana coba, latar belakang saya di bidang Arsitektur dan Desain Interior, kok tiba-tiba menyeberang jauh ke bidang yang sama sekali berbeda? Tapi saya percaya semua niat baik akan dibukakan jalan oleh-NYA 😇

Sampai pada suatu kesempatan mengisi lowongan menjadi asisten perawat di Residential Care Home (with nursing) itu datang. Saya, yang antara nekat melamar, gak tahu diri dan ke-pede-an beda tipis sebenarnya..ahahahaha.. :v
Bersyukur banget karena 2 mantan Bos di tempat kerja lama memberikan referensi tentang saya yang ‘Highly Recommended’, sehingga Manager Care Home meloloskan saya menjadi bagian dari team mereka.

Sejak saat itu saya mulai bekerja dengan jadwal kerja tepat di saat Nendra sedang belajar di sekolahnya, jadi saya masih punya waktu mengurus keperluan, mengantar/jemput sekolah dan bermain dengan anak. Suami dan lingkungan juga sangat mendukung. Pokoknya nyaman banget deh 🙂

Oh ya, rata-rata standar fasilitas Panti Jompo (untuk usia 65 tahun ke atas) di Inggris sudah sekelas hotel, lumayan mewah lah. Semua ruangan termasuk kamar tidur selalu rapi, bersih dan hangat. Makanan yang teratur dan berlimpah. Kesehatan juga sangat diperhatikan. Kegiatan hiburan rutin diadakan untuk memberikan kesibukan bagi para orang tua, kadang juga mendatangkan musisi dan penyanyi top lokal yang menyanyikan lagu-lagu jadul.

Care Home

Gambar ilustrasi, sumber dari http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01909/careHome_1545918c_1909960c.jpg

Selain bekerja merawat orang-orang tua, saya juga wajib mengikuti serangkaian training course, education dan simulasi yang diselenggarakan pihak Care Home bekerja sama dengan Sheffield City Council.

Beberapa di antara nya adalah :
1. Health Safety and Fire
Pernah ada kegiatan simulasi kebakaran dadakan untuk evakuasi pasien di Panti Jompo, saya sempat panik dan kebingungan sendiri membedakan antara bunyi alarm : kebakaran, exit door yang dibuka tanpa password dan emergency red button. Duh, merasa konyol deh pokoknya..hahaha.. ^_^ Meskipun pada akhirnya saya sukses mengevakuasi 3 pasien sekaligus dalam waktu singkat dibanding rekan kerja lain ketika simulasi diulang untuk yang ke-2x.
2. Equality, Diversity and Inclusion Awareness
Pelatihan untuk meningkatkan pemahaman sehingga bisa menghindari perlakuan deskriminasi dalam praktek kehidupan sehari-hari.
Menurut Equality Act 2010 ada 9 karakteristik yang dilindungi, sbb : Age, disability, gender reassignment, race, religion or belief, sex, sexual orientation, marriage and civil partnership, pregnancy and maternity.
Tipe deskriminasi itu juga macam-macam, antara lain : direct discrimination, indirect discrimination, discrimination by association, perception discrimination, multiple discrimination, victimization, harassment, third party harassment & Unconscious Bias
3. Dementia Awareness
Penjelasan detailnya sudah diatur dalam The Herbert Protocol
4. Infection Control and Prevention Policy
Harus sesuai standar : Health and Social Care Act 2011, The Public Health Regulations, PPE (Personal Protective Equipment), COSHH (Control of Subtances Hazardous to Health), dll.
5. Move and Handling
6. dan training-training lainnya.

Sertifikat NH

Salah satu sertifikat yang saya peroleh dari mengikuti training

Merawat, melayani orang-orang tua dan bekerja di Panti Jompo di Inggris inilah yang membuat perasaan bersyukur saya menjadi berlipat-lipat, karena tidak hanya memperoleh pengalaman berharga di negeri orang, pendidikan, pelatihan dan sertifikat gratis, digaji secara profesional, dll. Alasan di bawah ini yang juga menjadi salah satu motivasi saya 🙂 :

My favourite thing about doing my job is to see happy face of the residents. Sometimes during my work, they ask me to stay close to them for a while to have a little chat. I like to make them laugh/smile and do the little things that make a difference to their lives. As people grow older, they can sometimes be dismissed by society but they have so much to give and I love hearing about their lives. It’s the residents that make my job so interesting

This entry was posted on Mei 28, 2016. 3 Komentar

Healthy Living

My Today’s Sport Outfit :
Top : Quechua
Pants : Nike
Socks : Nike
Shoes : Adidas
Bicylcle : Folding A-Bike Sinclair Research (made in UK)
http://www.a-bike.co.uk/

My Fruit-Vegetable Infused Water for Body Detox :
Kiwi, Strawberry, Lemon, Lime, Cucumber, Mint Leaves and Mineral Water

S88

My Kitchen, My Kingdom

Barusan buka blog-stats, ada beberapa orang yang searching blog saya ini karena ingin mencari artikel yang mengulas tentang dapur menghadap taman. OK, kali ini saya akan membahas  tentang dapur kami🙂

Dulu di Indonesia saya memiliki usaha (yang akhirnya saya tinggalkan sejak mulai persiapan hijrah ke Inggris) di bidang Interior Furnishings Design, yang mendesain dan memproduksi furniture untuk interior rumah, apartemen, villa, kantor dan toko.

Kebetulan tahun 2011 lalu saya mendapat kado ulang tahun dari suami tercinta untuk merenovasi dapur dengan menambahkan kitchen set, tapi diembel-diembeli syarat : harus giat meningkatkan keahlian memasakku menjadi lebih sering dan variatif😀

Konsepnya : Ruang Makan dan dapur dibuat terbuka menghadap taman belakang. Kitchen set kami dirancang tanpa cooker hood (penghisap asap) di atas kompor gas, karena dengan sirkulasi udara yang bagus (ruang semi terbuka) toh asapnya akan kabur terbawa angin..hehehe..

Ruang Makan dan dapur ini menjadi pusat kegiatan di rumah kami, makanya jadi semangat menata ruangnya. Biasanya selagi saya sibuk memasak, Nendra sibuk bantuin (tepatnya gangguin tongue ) atau asyik makan di feeding chair-nya dan suami baca-baca koran atau mindahin laptop nya ke meja makan untuk dipake kerja sambil bantu mengawasi Nendra. Ruang ini juga menjadi tempat berkumpul saat kami menjamu para tamu (sahabat, kerabat dan kolega)

Ini penampakan dapur kami di siang hari :

Image

 

 

 

 

 

 

Image

Dengan adanya taman bikin kegiatan memasak/makan jadi makin asyik, karena sambil menikmati udara segar dan mendengar gemericik air dari Waterfall Fountain. Kebetulan dapur kami menghadap taman terbuka seperti ini : Taman Belakang-1

Terlihat juga tabung gas LPG yang dibungkus kain batik supaya penampilannya jadi lebih manis dan serasi dengan keseluruhan warna ruangan serta perabotnya. Juga nampak botol-botol bekas Olive Oil menghias rak di atas kompor gas.

Kalo malam hari tinggal menyalakan lampu-lampu downlight nya, seperti ini :

Image

Image

Masih ada wish list nih *kemaruk* tongue , yaitu: Freestanding Cooker merk Ariston/Modena dengan 4 gas burners & Oven, karena saya ingin bisa bikin kue sendiri dan masakan panggangan seperti yang biasa saya kerjakan di Inggris🙂

Berbeda dengan dapur kami di Indonesia yang konsepnya semi terbuka menghadap taman, untuk dapur kami yang di Inggris (tepatnya dapur landlord yang rumahnya kami sewa tongue) konsepnya tertutup di dalam rumah, dimana menjadi saksi bisu betapa kreativitas memasak saya diuji di sini. Kuliner Nusantara olahan saya yang bikin suami klepek-klepek dan Nendra jadi lahap makannya ya berkat suasana dapur yang mendukung dan membuat saya bersemangat berjibaku dengan panci, wajan, sutil dan teman-temannya big_smile
Berikut penampakan dapur kami di Inggris :

Image

Image

Image

Nendra pun ikutan semangat membantu Bunda nya masak🙂

Image

Halaman belakang (backyard) yang siap ditanami sayur-sayuran organik untuk konsumsi keluarga kami, dilihat dari jendela dapur yang berada tepat di atas kitchen sink :

Image

Sebagai Ratu rumah tangga, bagi saya dapur adalah kerajaan saya😀

Ulasan di atas semoga bisa menjadi bahan inspirasi ya bagi yang ingin merancang dapur (kitchen set) dan ruang makan🙂

This entry was posted on Maret 5, 2014. 2 Komentar